Hunger Game lagi? Haha sepertinya aku benar benar sedang
kejanduan Hunger Game. Maaf ya reader kalu aku jadi sering posting tentang
Hunger Game. Satu hal ayng membuatku tertarik dari Hunger Game selain game
mautnya tentu saja cinta segitiga Peeta-Katniss- Gale. Dan kali ini sekali lagi
aku akan kembali membicarakan mengenai cinta segitiga ini ((semoga ga bosen ya)
. sebelumnya aku juga pernah posting
Cinta Segitiga The Hunger Game dan Twiloght di postingan ini

Katniss Everdeen adalah gadis tangguh yang sudah menjadi
tulang punggung keluarga sejak usia dini. Dia juga sudah beberapa tahun dekat
dengan Gale. Gale adalah anak penambang
batu bara yang cenderung nekat dan juga sangat mudah tersulut amarah. Lalu ada
Peeta anak dari penjual roti yang termasuk dari keluarga berkecukupan, yang
cenderung penakut. Sejak awal Hunger
Game dia sudah bertekad tidak akan mmebunuh siapapun, makanya waktu latihan
daripada mempelajari cara untuk membunuh, Peeta lebih cenderung latihan untuk
mempertahankan diri.
Logikanya, gadis manapun akan lebih memilih Gale daripada
Peeta. Gale digambarkan memiliki tubuh atletis dan wajah yang sangat tampan. Gale
juga pemberani. Dia dan Katniss sama sama melanggar aturan pemerintah dengan
keluar dari pagar pembatas distrik hanya untuk berburuBerbeda dengan Peeta yang
sejak awal tampil manis dan lemah . Jadi
secara kemampuan fisik Gale jauh lebih unggul dibading Peeta yang hanya pandai
membuat dan menghias roti.
However, aku sendiri jauh menyukai Peeta. Peeta yang masih
ingat warna baju dan kepang Katniss saat pertama betemu disekolah saat masih
kanak kanak.
Peeta yang hafal gerak gerik dan kebiasaan Katniss
Peeta yang rela dipukuli orang tuanya hanya demi memberi
roti pada Katniss saat Katniss kelaparan
Peeta yang berusaha menjadikan Katniss favorit penonton
hanya supaya gadis itu mendapat banyak bantuan dari penonton dan terus bertahan
hidup di arena Hunger Game.
Peeta yang setengah mati melawan Cato, tribute paling jago
di Hunger Game, hingga mendapat luka di kakinya hanya agar Katniss bisa
melarikan diri dari kejaran Cato yang sangat bernafsu membunuh Katniss.
Peeta yang lebih peduli pada keselamatan Katniss daripada
dirinya, bahakan saat dia menjadi tawanan Capitol, Peeta tetap nekad
membicorkan rencana serangan Capitol supaya Katniss dan sekutunya bersiap san
waspada, dan tentu setelah itu Peeta harus rela disiksa habis habisan karena
ulahnya itu.
Atau hal hal kecil lainnya, seperti Peeta memberikan
jaketnya pada Katniss, atau sekedar memeluk dan membelai rambut Katniss saat
dia ketakutan saat dihantui mimpi buruk.
Peeta memang tidak pandai bertarung, t dia hanya orang yang
rela menjadi tameng untuk melindungi Katniss walaupun dirinya harus mendapat
siksaan. Berbeda dengan Gale yang lebih suka melindungi dengan cara melawan sekuat tenaga yang mana Gale
memang punya kemampuan untuk melakukannya.
Dalam kehidupan nyata, gambaran seperti Hunget game memang
sangat berlebihan. Jadi mari kita sederhakan. Ambil contoh ketika Katniss
mengajari Peeta berenang saat Hunger Game. Dalam kehidupan nyata, mana yang
kamu pilih.. cowok yang jago berenang seperti Gale atau cowok yang harus kamu
ajari berenang seperti Peeta?
Jika hanya satu pertanyaaan tentu kalian pasti akan langsung
menjawab Gale. Karena pada dasarnya wanita lebih menyukai lelaki yang jauh
lebih hebat daripada dia. Begitu juga
aku . aku lebih meyukai lelaki yang jauh lebih hebat daripada aku, baik dari
segi otaknya, kemampuan ( skill) ataupun penghasilannya. Bukannya matre tapi
itu sudah kodratnya kali ya. Intinya secara naluri cewek cenderung lebih suka pada cowok yang
punya kemampuan jauh lebih baik daripada dia. Tapi mari kita lihat
kenyataannya..
Aku punya temen cewek dia itu berani banget, salah satu
cewek tangguh gitu lah. Tapi suaminya penakut banget. Bahkan apa apa yang
ngurusin istrinya. Aku juga sering liat
banyak cewek cantik yang merried dengan cowok yang biasa biasa saja.
Kembali lagi ke Hunger Game, Katniss sangat sulit menentukan kemana cintanya
berlabuh Peta atau Gale.di seri ketiga dikisahkan Peeta menjadi korban cuci
otak Capitol. Peeta lupa pada Katniss, bahkan lupa cara mencintai Katniss. Otak
Peeta ditanamkan ingatan-ingatan palsu yang membuat dia jadi membenci Katniss
setengah mati. Saat sudah kembali ke tangan sekutu Katniss, ingatan Peeta
berangsur membaik. Akan tetapi, Peeta tetap suka sulit membedakan… antara yang
nyata dengan tidak nyata. Untuk mengatasinya, orang-orang memainkan sesi
tanya-jawab. Si penanya akan menceritakan suatu hal, dan Peeta diminta menebak…
apakah hal itu nyata atau tidak nyata? Peeta juga akan mengungkapkan isi
pikirannya dan bertanya kepada orang lain, nyata atau tidak nyata? Strategi ini
pula yang akhirnya berhasil menyembuhkan Peeta.
Saat Peeta baru saja pulih dari masalah ingatannya, Peeta bilang kepada
Katniss bahwa dia ingat pernah rela dipukuli orang tuanya hanya demi memberikan
sepotong roti untuk Katniss yang sedang kepalaran. Setelah mengingat hal
tersebut, Peeta berkata, “Aku pasti sangat mencintaimu.”
“Memang,” jawab Katniss.
“Dan apakah kau mencintaiku?”
“Semua orang bilang aku mencintaimu. Semua orang bilang itu sebabnya
Presiden Snow menyiksamu. Untuk menghancurkanku.”
“Itu bukan jawaban,” kata Peeta.
Ya, meskipun pembaca tahu, dan semua orang dalam kisah itu tahu tentang
perasaan Katniss kepada Peeta, tetap saja Katniss tidak pernah mau mengakui
perasaannya itu. Dari buku pertama hingga ke tiga dipenuhi keraguan Katniss
akan hal itu. Sampai akhirnya, pada paragraf penutup di buku ke tiga, Katniss
mengakui perasaannya itu. Berikut cuplikan pargraf yang aku maksud, satu
paragraf yang paling aku sukai dari buku ini. (P.s.: beberapa kata aku EDIT
supaya mudah dipahami oleh kalian yang tidak pernah mengikuti jalan cerita
Hunger Games).
“Aku dan Peeta kembali bersama. Ada saat-saat ketika dia memegangi sandaran
kursi sampai kilasan-kilasan ingatan palsu yang ada dalam benaknya lenyap. Aku
masih bangun sambil menjerit-jerit karena mimpi buruk dengan mahluk mutan dan
anak-anak yang hilang. Tapi lengan Peeta selalu ada untuk menghiburku. Hingga
akhirnya bibirnya juga. Pada malam ketika aku merasakannya lagi – rasa lapar
untuk terus menciumnya yang pernah menguasaiku di pantai arena Hunger Games – aku
tahu memang ini yang akan terjadi. Bahwa yang kubutuhkan untuk bertahan hidup
bukanlah api Gale, yang dikobarkan oleh kemarahan dan kebencian. Aku sendiri
sudah punya banyak api dalam diriku. Yang kubutuhkan adalah bunga dandelion
pada musim semi. Warna kuning cerah yang berarti kelahiran kembali, dan
bukannya kehancuran. Janji bahwa hidup bisa berlanjut, tak peduli seburuk apa
pun kami kehilangan. Bahwa hidup bisa menjadi baik lagi. Dan hanya Peeta yang
bisa memberiku semua itu.”

Setelah paragraf itu, Peeta berbisik kepada Katniss, “Kau mencintaiku. Nyata
atau tidak?”
Akhirnya, Katniss menjawab, “Nyata.”
Gale memang lebih kuat… dan lebih tampan. Tapi Peeta, hanya Peeta, yang bisa
memberi Katniss rasa aman, serta hanya Peeta… yang bisa melengkapi kekurangan
dalam diri Katniss.
Dalam kehidupan nyata, pada akhirnya, hanya itulah yang akan dicari oleh
wanita dewasa dari laki-laki pilihannya: rasa aman untuk terus hidup bersama
dengan dia. Laki-laki itu bisa jadi tidak lebih kaya, tidak lebih pintar, tidak
lebih rupawan… tetapi, laki-laki itulah yang paling mampu memberikan rasa aman.
Buat apa kita cari cowok pintar dan kaya… kalau dia tidak pernah mau berusaha
untuk memperjuangkan keberadaan kita dalam hidupnya? Buat apa pula pintar dan
kaya… kalau kita tidak yakin, dia akan selamanya mencintai kita dengan tulus
dan apa adanya…
Aku nggak bilang
the most wanted bachelor yang ganteng, pintar, dan
kaya itu tidak layak jadi pendamping hidup. Itu kan tergantung orangnya…
But
the thing is… in fact, it’s not the most important consideration. Sekedar
keren dan kaya raya saja tidak cukup.
Make her feel safe, comfort, and feel
like being sincerely loved, then she’s gonna be truly yours.